Jumat, 19 Juli 2013

KARUN DAN RAJA MIDAS

Karun dan Raja Midas
Pembaca koran Rakyat Kalbar mungkin tidak terlalu asing dengan nama Karun. Karun menjadi simbol kemewahan sekaligus keserakahan. Memiliki harta yang berlimpah justru membuatnya sombong dan kikir. Ia tak mau menafkahkan hartanya untuk kepentingan-kepentingan kemanusiaan. Tuhan murka. Anugerah yang seharusnya disyukuri justru menjadikannya pongah. Karun beserta seluruh hartanya kemudian ditenggelamkan ke perut bumi. Menjadilah dia disebut sebagai harta karun yang diingat setiap orang.
Karun hidup sezaman dengan Nabi Musa. Awalnya dia miskin namun sangat saleh. Kesalehannya cukup menonjol di kalangan para pengikut Nabi Musa AS. Sampai suatu hari ia minta didoakan agar menjadi kaya. Singkat cerita Karun pun menjadi kaya raya. Bahkan diriwayatkan saking kayanya, kunci gudang emasnya saja harus dibawa oleh unta. Namun kekayaan dan kesenangannya menumpuk harta justru malah membinasakannya. Mati konyol.
Sebenarnya banyak kisah serupa tentang bagaimana keserakahan justru membawa sengsara. Dalam mitologi Yunani, keserakahan disimbolkan dengan Raja Midas. Ia raja yang kaya raya. Namun tak puas dengan kekayaannya. Ia ingin lebih. Sementara rakyat hanya bisa pasrah lantaran tak punya nyali untuk melawan. Sampai akhirnya rakyat bersorak ketika mendengar kabar bahwa Raja Midas menjadi gila lantaran permaisuri berubah menjadi patung emas.
Selidik punya selidik ternyata raja yang kekayaannya tak tertandingi seantero negeri itu masih belum puas dengan kemewahan serta jabatan yang dimilikinya.
Midas kemudian bersemadi di sebuah tempat. Meminta kepada para dewa agar diberikan kekuatan magis sehingga apa pun yang sentuh tangannya berubah menjadi emas. Sekian lama bertapa, akhirnya dewa mengabulkan permintaannya. Midas riang bukan kepalang. Ia pun bergegas pulang. Mula-mula pagar istana disentuhnya. Seketika itu pula pagar berubah menjadi emas. Kemudian istananya, lalu lanjut ke semua barang-barang di istananya. Girang bukan main Midas. Ia merasa dirinyalah yang paling kaya di kolong langit.
Petaka terjadi ketika Midas mulai merasa lapar. Saking laparnya lantaran sudah lama bertapa, ia lupa dengan kekuatannya. Begitu menyentuh makanan, seketika itu pula makanan itu menjadi emas. Midas mulai takut, bingung, dan waswas. Ia menjerit-jerit ketakutan hingga terdengar permaisurinya. Melihat sang raja sudah kembali, permaisuri yang telah lama menahan rindu langsung memeluk Midas. Kebingungan Midas bertambah ketika mengetahui sang permaisuri pun berubah menjadi emas.
Tragis memang. Sejak saat itu, Midas merasa kesepian, bingung, sedih, menyesali diri, sampai akhirnya menjadi gila. Sementara rakyat hanya bisa mencemooh sambil mengurut dada.
Midas memang hanyalah mitos. Namun bukan berarti karakternya tidak ada di zaman sekarang. Karakter Midas dan Karun bisa menjangkiti siapa saja. Politisi, pengusaha, pejabat, atau calon pejabat. Pendeknya siapa pun yang kemaruk dengan kekuasaan, jabatan, kemewahan, dan menjadikan semua itu tujuan hidupnya. Ia merasa bahwa semua itu dapat membuatnya bahagia. Kita pun jangan dulu menuding. Bisa jadi karakter Karun dan Midas belum tampak pada diri kita lantaran belum ada fasilitas dan kesempatan.
Prinsipnya, harta, pangkat, maupun jabatan tidaklah buruk selama itu tidak menjauhkan seseorang dari si pemilik harta yang sesungguhnya. Ia harus berfungsi sosial agar tak menumpuk pada segelintir orang yang ujung-ujungnya akan menimbulkan kecemburuan sosial. Toh pada akhirnya ketika kembali menghadap Tuhan, tak ada satu pun yang kita bawa. Jadi jangan sampai membuat Tuhan “tersinggung” dengan mempertuhankan selain diri-Nya.


KISAH SITI MASYITAH

Posted by Mohd Selim Zainal on Tuesday, March 27, 2012 at 12:22 PM
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0XbPfRtRJSbznT1EdEwkrK0AENb9wHDKDmB6cUnCJiEHlEET4Hl_P2CxWFKcHJ4e2RV6eW6xUekQNNpjSJOSHasoDdmHBTt79dhkYLIpTscZ5P_2GqaBw9ptRuWceOuhL6fje2xD6R4pj/s400/DSC_0336.jpg

Firaun menjadi sombong dan angkuh kerana kebesaran empayarnya dan kehebatan pengaruhnya di kalangan rakyat Mesir. Dia mengaku sebagai tuhan yang agung dan memusuhi sesiapa saja yang bertuhankan selain dirinya. Malahan dia akan membunuh mereka yang tidak mengaku Firaun sebagai tuhan.

Masyitah walaupun bekerja di istana Firaun, namun di dalam hati kecilnya tetap bertuhankan Allah yang Maha Berkuasa dan Dialah juga yang menjadikan segala makhluk di muka bumi ini termasuk Firaun yang mengaku dirinya sebagai Tuhan. Kepercayaan ini dirahsiakannya supaya tidak diketahui oleh Firaun dan sekutunya.

Pada suatu hari, sedang dia menyisir rambut anak Firaun, sikat di tangannya terjatuh. Masyitah terlatah dan berkata "Mampus Firaun!". Apabila anak Firaun mendengar kata-kata penghinaan terhadap bapanya, dia bertanya, "Kenapa kau berkata begitu terhadap bapaku? Adakah tuhan lain selain bapaku?" Jawab Masyitah, "Memang benar! Tuhanku dan tuhan bapamu ialah Allah." Mendengar kata-kata itu, anak Firaun menjadi marah. "Baik kamu bertaubat, kalau tidak aku akan beritahu bapaku." Masyitah bertegas dan mengatakan, "Pergilah kau beritahu bapa engkau. Aku tetap dengan pendirianku bahawa tuhan yang sebenarnya ialah Allah."


Sebaik saja Firaun diberitahu oleh anaknya tentang Masyitah, dia menjadi murka dan memanggil Masyitah. Dia bertanya sama ada benar apa yang dikatakan oleh anaknya itu. Masyitah tetap mengatakan Tuhannya ialah Allah. Firaun mengugut untuk membunuh Masyitah dan keluarganya sekiranya dia tidak mengubah pendiriannya. Keesokannya, keluarga Masyitah dibawa ke satu tempat lapang, berhadapan dengan sebuah kawah besar yang berisi dengan minyak yang sangat panas. Firaun hendak memasukkan kesemua ahli keluarga Masyitah termasuk anaknya yang masih kecil ke dalam minyak panas sekiranya Masyitah tidak mengaku Firaun sebagai tuhan.
Keimanan Masyitah tidak luntur meskipun berhadapan dengan ancaman maut. Melihatkan iman Masyitah tidak berganjak, Firaun menyuruh askarnya mencampakkan keluarga Masyitah seorang demi seorang ke dalam kawah yang besar itu.

Apabila sampai giliran anaknya yang kecil, perasaan Masyitah menjadi belas dan sebak. Hati siapa tidak sedih melihatkan anak yang disayangi akan dilontar ke dalam kawah yang membuak-buak dengan minyak panas. Masyitah meminta supaya dia dicampakkan dulu sebagai ganti kepada anaknya. Tiba-tiba dengan kuasa Allah SWT, anaknya yang kecil itu membuka mulut dan berkata, "Ibu, jangan bersedih. Teruskan! Biarkan saya dicampak ke dalam kawah itu." Masyitah dan orang-orang di sekeliling terperanjat melihat seorang bayi boleh berkata-kata.

Mendengar kata-kata anaknya itu, Masyitah menjadi semakin yakin dan tabah. Dia menghulurkan anaknya untuk dicampakkan ke dalam kawah. Tanpa belas kesihan askar Firaun terus melontarkan anak Masyitah ke dalam minyak panas. Selepas itu barulah Masyitah dibawa ke tepi kawah yang panas itu lalu dicampakkan ke dalamnya.

Demikianlah hebatnya Masyitah mempertahankan kebenaran aqidah sehingga dia dan keluarganya terkorban dibunuh oleh Firaun. Keberanian seorang wanita memperjuangkan kebenaran dan keimanan ini dirakam dan diingati setiap tahun oleh seluruh manusia. Dalam peristiwa Israk Mikraj, Nabi SAW sampai di satu tempat yang sangat harum. Malaikat Jibrail AS menerangkan bahawa tempat itu ialah tempat bersemadinya Masyitah dan keluarganya.


KISAH MSYITAH TUKANG SISIR RAMBUT FIRAUN

Posted by Mohd Selim Zainal on Tuesday, March 27, 2012 at 12:22 PM
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0XbPfRtRJSbznT1EdEwkrK0AENb9wHDKDmB6cUnCJiEHlEET4Hl_P2CxWFKcHJ4e2RV6eW6xUekQNNpjSJOSHasoDdmHBTt79dhkYLIpTscZ5P_2GqaBw9ptRuWceOuhL6fje2xD6R4pj/s400/DSC_0336.jpg


Firaun menjadi sombong dan angkuh kerana kebesaran empayarnya dan kehebatan pengaruhnya di kalangan rakyat Mesir. Dia mengaku sebagai tuhan yang agung dan memusuhi sesiapa saja yang bertuhankan selain dirinya. Malahan dia akan membunuh mereka yang tidak mengaku Firaun sebagai tuhan.

Masyitah walaupun bekerja di istana Firaun, namun di dalam hati kecilnya tetap bertuhankan Allah yang Maha Berkuasa dan Dialah juga yang menjadikan segala makhluk di muka bumi ini termasuk Firaun yang mengaku dirinya sebagai Tuhan. Kepercayaan ini dirahsiakannya supaya tidak diketahui oleh Firaun dan sekutunya.

Pada suatu hari, sedang dia menyisir rambut anak Firaun, sikat di tangannya terjatuh. Masyitah terlatah dan berkata "Mampus Firaun!". Apabila anak Firaun mendengar kata-kata penghinaan terhadap bapanya, dia bertanya, "Kenapa kau berkata begitu terhadap bapaku? Adakah tuhan lain selain bapaku?" Jawab Masyitah, "Memang benar! Tuhanku dan tuhan bapamu ialah Allah." Mendengar kata-kata itu, anak Firaun menjadi marah. "Baik kamu bertaubat, kalau tidak aku akan beritahu bapaku." Masyitah bertegas dan mengatakan, "Pergilah kau beritahu bapa engkau. Aku tetap dengan pendirianku bahawa tuhan yang sebenarnya ialah Allah."


Sebaik saja Firaun diberitahu oleh anaknya tentang Masyitah, dia menjadi murka dan memanggil Masyitah. Dia bertanya sama ada benar apa yang dikatakan oleh anaknya itu. Masyitah tetap mengatakan Tuhannya ialah Allah. Firaun mengugut untuk membunuh Masyitah dan keluarganya sekiranya dia tidak mengubah pendiriannya. Keesokannya, keluarga Masyitah dibawa ke satu tempat lapang, berhadapan dengan sebuah kawah besar yang berisi dengan minyak yang sangat panas. Firaun hendak memasukkan kesemua ahli keluarga Masyitah termasuk anaknya yang masih kecil ke dalam minyak panas sekiranya Masyitah tidak mengaku Firaun sebagai tuhan.
Keimanan Masyitah tidak luntur meskipun berhadapan dengan ancaman maut. Melihatkan iman Masyitah tidak berganjak, Firaun menyuruh askarnya mencampakkan keluarga Masyitah seorang demi seorang ke dalam kawah yang besar itu.

Apabila sampai giliran anaknya yang kecil, perasaan Masyitah menjadi belas dan sebak. Hati siapa tidak sedih melihatkan anak yang disayangi akan dilontar ke dalam kawah yang membuak-buak dengan minyak panas. Masyitah meminta supaya dia dicampakkan dulu sebagai ganti kepada anaknya. Tiba-tiba dengan kuasa Allah SWT, anaknya yang kecil itu membuka mulut dan berkata, "Ibu, jangan bersedih. Teruskan! Biarkan saya dicampak ke dalam kawah itu." Masyitah dan orang-orang di sekeliling terperanjat melihat seorang bayi boleh berkata-kata.

Mendengar kata-kata anaknya itu, Masyitah menjadi semakin yakin dan tabah. Dia menghulurkan anaknya untuk dicampakkan ke dalam kawah. Tanpa belas kesihan askar Firaun terus melontarkan anak Masyitah ke dalam minyak panas. Selepas itu barulah Masyitah dibawa ke tepi kawah yang panas itu lalu dicampakkan ke dalamnya.

Demikianlah hebatnya Masyitah mempertahankan kebenaran aqidah sehingga dia dan keluarganya terkorban dibunuh oleh Firaun. Keberanian seorang wanita memperjuangkan kebenaran dan keimanan ini dirakam dan diingati setiap tahun oleh seluruh manusia. Dalam peristiwa Israk Mikraj, Nabi SAW sampai di satu tempat yang sangat harum. Malaikat Jibrail AS menerangkan bahawa tempat itu ialah tempat bersemadinya Masyitah dan keluarganya.

kisah nabi Luth


Nabi Luth adalah anak saudara dari Nabi Ibrahim. Ayahnya yang bernama Hasan bin Tareh adalah saudara sekandung dari Nabi Ibrahim. Ia beriman kepada bapa saudaranya Nabi Ibrahim mendampinginya dalam semua perjalanan dan sewaktu mereka berada di Mesir berusaha bersama dalam bidang perternakan yang berhasil dengan baik binatang ternaknya berkembang biak sehingga dalam waktu yang singkat jumlah yang sudah berlipat ganda itu tidak dapat ditampung dalam tempat yang disediakan.
Akhirnya perkongsian Ibrahim-Luth dipecah dan binatang ternakan serta harta milik perusahaan mereka di bahagi dan berpisahlah Luth dengan Ibrahim pindah ke Yordania dan bermukim di sebuah tempat bernama Sadum.
Nabi Luth Diutuskan Oleh Allah Kepada Rakyat Sadum
Masyarakat Sadum adalah masyarakat yang rendah tingkat moralnya,rusak mentalnya, tidak mempunyai pegangan agama atau nilai kemanusiaan yang beradab. Kemaksiatan dan kemungkaran bermaharajalela dalam pergaulan hidup mrk. Pencurian dan perampasan harta milik menrupakan kejadian hari-hari di mana yang kuat menjadi kuasa sedang yang lemah menjadi korban penindasan dan perlakuan sewenang-wenang. Maksiat yang paling menonjol yang menjadi ciri khas hidup mereka adalah perbuatan homoseks {liwat} di kalangan lelakinya dan lesbian di kalangan wanitanya. Kedua-dua jenis kemungkaran ini begitu bermaharajalela di dalam masyarakat sehinggakan ianya merupakan suatu kebudayaan bagi kaum Sadum.

Seorang pendatang yang masuk ke Sadum tidak akan selamat dari diganggu oelh mrk. Jika ia membawa barang-barang yang berharga maka dirampaslah barang-barangnya, jika ia melawan atau menolak menyerahkannya maka nyawanya tidak akan selamat. Akan tetapi jika pendatang itu seorang lelaki yang bermuka tampan dan berparas elok maka ia akan menjadi rebutan di antara mereka dan akan menjadi korban perbuatan keji lelakinya dan sebaliknya jika si pendatang itu seorang perempuan muda maka ia menjadi mangsa bagi pihak wanitanya pula.
Kepada masyarakat yang sudah sedemikian rupa keruntuhan moralnya dan sedemikian paras penyakit sosialnya diutuslah nabi Luth sebagai pesuruh dan Rasul-Nya untuk mengangkat mereka dari lembah kenistaan ,kejahilan dan kesesatan serta membawa mereka alam yang bersih ,bermoral dan berakhlak mulia. Nabi Luth mengajak mereka beriman dan beribadah kepada Allah meninggalkan kebiasaan mungkar menjauhkan diri dari perbuatan maksiat dan kejahatan yang diilhamkan oleh iblis dan syaitan. Ia memberi penerang kepada mereka bahwa Allah telah mencipta mereka dan alam sekitar mrk tidak meredhai amal perbuatan mrk yang mendekati sifat dan tabiat kebinatangan dan tidak sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan dan bahwa Allah akan memberi ganjaran setimpal dengan amal kebajikan mereka. Yang berbuat baik dan beramal soleh akan diganjar dengan syurga di akhirat sedang yang melakukan perbuatan mungkar akan di balaskannya dengan memasukkannya ke dalam neraka Jahanam.
Nabi Luth berseru kepada mrk agar meninggalkan adat kebiasaan iaitu melakukan perbuatan homoseks dan lesbian karena perbuatan itu bertentangan dengan fitrah dan hati nurani manusia serta menyalahi hikmah yang terkandung didalam penciptaan manusia menjadi dua jenis iaitu lelaki dan wanita. Juga kepada mereka di beri nasihat dan dianjurkan supaya menghormati hak dan milik masing-masing dengan meninggalkan perbuatan perampasan, perompakan serta pencurian yang selalu mrk lakukan di antara sesama mrk dan terutama kepada pengunjung yang datang ke Sadum. Diterangkan bahwa perbuatan-perbuatan itu akan merugikan mrk sendiri, karena akan menimbulkan kekacauan dan ketidak amanan di dalam negeri sehingga masing-masing dari mereka tidak merasa aman dan tenteram dalam hidupnya.
Demikianlah Nabi Luth melaksanakan dakwahnya sesuai dengan tugas risalahnya.Ia tidak henti-henti menggunakan setiap kesempatan dan dalam tiap pertemuan dengan kaumnya secara berkelompok atau secara berseorangan mengajak agak mrk beriman dan percaya kepada Allah menyembah-Nya melakukan amal soleh dan meninggalkan perbuatan maksiat dan mungkar. Akan tetapi keruntuhan moral dan kerusakan akhlak sudah berakar sgt di dalam pergaulan hidup mereka dan pengaruh hawa nafsu dan penyesatan syaitan sudah begitu kuat menguasai tindak-tanduk mereka, maka dakwah dan ajakkan Nabi Luth yyang dilaksanakan dengan kesabaran dan ketekunan tidak mendapat tanah yang subur di dalam hati dan fikiran mereka dan berlalu laksana suasana teriakan di tengah-tengah padang pasir .Telinga-telinga mereka sudah menjadi pekak bagi ajaran-ajaran Nabi Luth sedang hati dan fikiran mereka sudah tersumbat rapat dengan ajaran -ajaran syaitan dan iblis.
Akhirnya kaum Luth merasa dan kesal hati mendengar dakwah dan nasihat-nasihat Nabi Luth yang tidak putus-putus itu dan minta agar ia menghentikan aksi dakwahnya atau menghadapi pengusir dirinya dari sadum bersama semua keluarganya. dari pihak Nabi Luth pun sudah tidak ada harapan lagi masyarakat Sadum dapat terangkat dari lembah kesesatan dan keruntuhan moral mereka dan bahawa meneruskan dakwah kepada mereka yang sudah buta-tuli hati dan fikiran serta mensia-siakan masa. Ubat satu-satunya, menurut fikiran Nabi Luth untuk mencegah penyakit akhlak itu yang sudah parah itu menular kepada tetangga-tetangga dekatnya, ialah dengan membasmikan mereka dari atas bumi sebagai pembalasan ke atas terhadap kekerasan kepala mrk juga untuk menjadi ibrah dan pengajaran umat-umat disekelilingnya. beliau memohon kepada Allah agar kepada kaumnya masyarakat Sadum diberi pengajaran berupa azab di dunia sebelum azab yang menanti mereka di akhirat kelak.
Para Malaikat Tamunya Nabi Ibrahim Bertamu Kepada Nabi Luth.
Permohonan Nabi Luth dan doanya diperkenankan dan dikabulkan oleh Allah s.w.t. Dikirimkanlah kepadanya tiga orang malaikat menyamar sebagai manusia biasa. Mrk adalah malaikat yang bertamu kepada Nabi Ibrahim dengan membawa berita gembira atas kelahiran Nabi Ishaq, dan memberitahu kepada mrk bahwa dia adalah utusan Allah dengan tugas menurunkan azab kepada kaum Luth penduduk kota Sadum. Dalam kesempatan pertemuan mana Nabi Ibrahim telah mohon agar penurunan azab keatas kaum Sadum ditunda ,kalau-kalau mereka kembali sedar mendebgarkan dan mengikuti ajakan Luth serta bertaubat dari segala maksiat dan perbuatan mungkar. Juga dalam pertemuan itu Nabi Ibrahim mohon agar anaksaudaranya, Luth diselamatkan dari azab yang akan diturunkan keatas kaum Saum permintaan mana oleh para malaikat itu diterima dan dijamin bahwa Luth dan keluarganya tidak akan terkena azab.
Para malaikat itu sampai di Sadum dengan menyamar sebagai lelaki remaja yang berparas tampan dan bertubuh yang elok dan bagus. Dalam perjalanan mrk hendak memasuki kota, mrk berselisih dengan seorang gadis yang cantik dan ayu sedang mengambil dari sebuah perigi. Para malaikat atau lelaki remaja itu bertanya kepada si gadis kalau-kalau mrk diterima ke rumah sebagai tetamu. Si gadis tidak berani memberi keputusan sebelum ia beruding terlebih dahulu dengan keluarganya. Maka ditngglkanlah para lelaki remaja itu oleh si gadis seraya ia pulang ke rumah cepat-cepat untuk memberitahu ayahnya.
Si ayah iaitu Nabi Luth sendiri mendengar lapuran puterinya menjadi binggung jawapan apa yang harus ia berikan kepada para pendatang yang ingin bertamu ke rumahnya untuk beberapa waktu, namun menerima tamu-tamu remaja yang berparas tampan dan kacak akan mengundang risiko gangguan kepadanya dan kepada tamu-tamunya dari kaumnya yang tergila-gila oleh remaja-remaja yang mempunyai tubuh bagus dan wajah elok. Sedang kalau hal yang demikian itu terjadi ia sebagai tuan rumah harus bertanggungjawab terhadap keselamatan tamunya, padahal ia merasa bahwa ia tidak akan berdaya menghadapi kaumnya yang bengis-bengis dan haus maksiat itu.
Timbang punya timbang dan fikir punya fikir akhirnya diputuskan oleh Nabi Luth bahwa ia akan menerima mrk sebagai tamu di rumahnya apa pun yang akan terjadi sebagai akibat keputusannya ia pasrahkan kepada Allah yang akan melindunginya. Lalu pergilah ia sendiri menjemput tamu-tamu yang sedang menanti di pinggir kota dan diajaklah mrk bersama-sama ke rumah pada saat kota Sadum sudah diliputi kegelapan dan manusianya sudah nyenyak tidur di rumah masing-masing.
Nabi Luth berusah dab berpesan kepada isterinya dan kedua puterinya agar merahsiakan kedatangan tamu-tamu, jangan sampai terdengar dan diketahui oleh kaumnya. Akan tetapi isteri Nabi Luth yang memang sehaluan dan sependirian dengan penduduk Sadum telah membocorkan berita kedatangan para tamu dan terdengarlah oleh pemuka-pemuka mereka bahwa Luth ada tetamu terdiri daripada remaja-remaja yang tampan parasnya dan memiliki tubuh yang sangat menarik bagi para penggemar homoseks.
Terjadilah apa yang dikhuatirkan oleh Nabi Luth. Begitu tersiar dari mulut ke mulut berita kedatangan tamu-tamu remaja di rumah Luth, berdatanglah mereka ke rumahnya untuk melihat para tamunya dan memuaskan nafsunya. Nabi Luth tidak membuka pintu bagi mrk dan berseru agar mrk kembali ke rumah masing-masing dan jgn menggunggu tamu-tamu yang datangnya dari jauh yang sepatutnya dihormati dan dimuliakan .Mrk diberi nasihat agar meninggalkan adat kebiasaan yang keji itu yang bertentangan dengan fitrah manusia dan kudrat alam di mana Tuhan telah menciptkan manusia berpasangan antara lelaki dengan perempuan untuk menjaga kelangsungan perkembangan umat manusia sebagai makhluk yang termulia di atas bumi. nabi Luth berseru agar mereka kembali kepada isteri-isteri mrk dan meninggalkan perbuatan maksiat dan mungkar yang tidak senonoh, sebelum mrk dilanda azab dan seksaan Allah.
Seruan dan nasihat-nasihat Nabi Luth dihiraukan dan dipedulikan ,mrk bahkan mendesak akan menolak pintu rumahnya dengan paksa dan kekerasan kalau pintu tidak di buka dengan sukarela. Merasa bahwa dirinya sudah tidak berdaya untuk menahan arus orang-orang penyerbu dari kaumnya itu yang akan memaksakan kehendaknya dengan kekerasan berkatalah Nabi Luth secara terus terang kepada para tamunya:" Sesungguhnya aku tidak berdaya lagi menahan orang-orang itu menyerbu ke dalam .Aku tidak memiliki senjata dan kekuatan fizikal yang dapat menolak kekerasan mereka , tidak pula mempunyai keluarga atau sanak saudara yang disegani mrk yang dapat aku mintai pertolongannya, maka aku merasa sangat kecewa, bahwa sebagai tuan rumah aku tidak dapat menghalaukan gangguan terhadap tamu-tamuku dirumahku sendiri.
Begitu Nabi Luth selesai mengucapkan keluh-kesahnya para tamu segera mengenalkan diri kepadanya dan memberi identitinya, bahawa mereka adalah malaikat-malaikat yang menyamar sebagai manusia yang bertamu kepadanya dan bahwa mereka datang ke Sadum untuk melaksanakan tugas menurunkan azab dan seksa atas rakyatnya yang membangkang dan enggan membersihkan masyarakatnya dari segala kemungkaran dan kemaksiat yang keji dan kotor.
Kepad Nabi Luth para malaikat itu menyarankan agar pintu rumahnya dibuka lebar-lebar untuk memberi kesempatan bagi orang -orang yang haus homoseks itu masuk. Namun malangnya apabila pintu dibuka dan para 

Kamis, 11 Juli 2013

Bagian lainnya". Kemudian beliau mengait-ngaitkan jarinya sendiri.mereka juga menyakini hadist Nabi ' perumpamaan kaum mukminin dalam hal kasih sayang dan sering mencintai diantara sesama mereka adalah satu tubuh. Jika satu angota mengaduh maka seluruh tubuh merasa demam dan tidak bisa tidur."
2. Ahli Sunnah Selalu Memelihara Jamaah damIltizam melakukan Ketaatan dalam Kebaikan
Ahli sunnah menjalankan fungsi ketaatan dan memelihara ketaatan kepada Allah bukan ketaatan dalam kemaksiatan kepada-Nya. Jalan hidup moderat adalah Dinul islam yang murni dan memerangi orang yang harus diperangi. Berjihad bersama Ami dan kelompk yang lebih mengutamakan islam jika tidak ada cara lain kecuali dengan berperang. Tetapi tidak membantu orang yang perang untuk maksiat kepada Allah Swt. Mereka harus menaati penguasa dalam menaati Allah dan tidak menaati mereka yang maksiat kepada-Nya karena tidak di perkenankan menaatai mahluk dalam keasiatan kepada khaliq.
Ahli sunnah memikul amanat ilmu dan memlihara jamaah dengan demikian mereka memikul amanat ganda yang salah satu tidak kurang beratnya di bandingkan yang lain . Pertama amanat ilmu merupakan iltizam dakwah dan jihad. Kedua memelihara jamaah islam dalam pengertian yang luas mereka menempuh jalan tersebut dengan pertimbangan yang amat berdasarkan syariat yang Maha bijaksana satu-satunya Rabb yang memiliki aturan yang yang dapat membebaskan penguasa hawa nafsu ikatan adat cengkraman mazab atau jalan kelompok yang menyerupaihal itu.

NAMA:            NURUL HIKMAH
NIM  :               120 062 044006
JURUSAN;       PGMI

PANDANGAN ASWAJA TENTANG AKIDAH AKHLAK

Ahli sunnah mengikuti Al-Qur "an dan sunnah,dalam seluruh hubungan mereka Ahli sunnah waljamaah selalu mengikuti Al-Qur"an dan sunnah Rasul baik dalam  perilaku dan langkah-langkah yang mereka tempuh hubungan antara sesama manusia. Mereka menyuruh berlaku sabar dalam menghadap ujiandan cobaan, bersyukur ketika dapat kesenagan rela terhadap keptusan Allah dan menyerukannya agar manusia menyempurnakan akhlak dan amalan-amalan yang baik. Mereka benar menyakini sabda Rasullalah "Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya." Ahli sunnah waljamaah menganjurkan agar mennyambung tali persaudaraan, memberi sesuatu kepada orang yang enggan memberi memaafkan orang yang berbuat kesalahan. Mereka menyuruh berbakti kepada orang tua menyambung tal kerabat , berbuat baik kepada tetangga , berbuat baik kepada anak yatim orang miskin ibnu sabil dan berbuat lembut kepada sahaya. Mereka juga melarang berlku sombong dan membangkag diri serta melarang berbuat keji dan dan menodai kehormatan mahluk tanpa hak.
Ahli sunnah adalah golongan penyeru kebaikan dan kemungkaran di samping itu selalu memelihara jamaah
Hal itu mereka lakukan karena merupakan prinsip utama dan tonggak penting yang menjadikan mereka sebaik-baik umat yang di tamplkan bagi manusia . Mereka menegakkan hal demikian berdasarkan tuntuna syariat islam sehingga dalam waktu yang sama sekaligus mereka menunaikan prinsip utama dan meegakkan tonggak penting yaitu menjaga keutuhan jamaah menyatukan hati menyatukan irama dan perkataan serta menyingkirkan ihtikaf dan tafaruk.Mereka menyuruh berbuat baik dan mencegah kemungkaranberdasarkan tuntunn syariat. Mereka menyuruh enunaikan haji dan jihad menunaikan sholat da idbersama para pemimpin  mereka yang baik maupun durhaka. .Termasuk menyuruh agar menjaga keutuhan jamaah serta emberikan nasehat kepada umat. Mereka benar-benar meyakini sabda Nabi Saw.
"Orang-orang mukmin terhadap mukmin lainnyabagaikan sebuah bangunan yang sebagian memperkokoh        

KEGIATAN MANUSIA YANG DAPAT MEMPENGARUHI DAUR AIR

Hutan yang gundul menyebabkan daur air tergangu. Hal ini disebabkan karena cadangan air yang berada di dalam tanah semakin berkurang, sehngga air yang berada di sungai dan danau menjadi lebih sedikit. Pada saat hujan turun, air hujan tidak langsung jatuh ke tanah karena tertahan oleh daun-daun yag ada di pohon.Oleh karena itu jatuhnya air tidak sekuat hujan. Air dari daun akan menetes ke dalam tanah atau mengalir kedalam permukaan batang. Jatuhnya air ini menyebabkan tanah tidak terkikis. Air hujan yag meresap kedalam tanah selain menyuburkan tanah juga di simpan sebagai sumber mata air yang muncul ke permukaan yang menjadi air jernih dan kaya mineral. Air yang muncul di permukaan kemudian akan mengalir ke sungai dan danau. Hutan yang gundul karena penebangan liar menyebabkan air hujan jatuh ke tanah. Hal ini tidak dapat di serap dengan baik oleh tanah karena langsung mengalir kesungai dan danau. Selain itu, apabila terjadi hujan terus menerus dapat mengakibatkan longsor dan banjir.
Kegiatan manusia lainnya yang juga dapat mengakibatkan tergangunya daur air, di antaranya
1.Membiarkan lahan kosong tidak ditanami tumbuhan, 
2. Mengunakan air secara berlebih-lebihan untuk kegiatan sehari-hari 
3.Mengubah daerah resapan air menjadi bangunan-bangunan lain.      

DAUR AIR

Hutan gundul menyebabkan daur air menjadi tergangu. Hal ini disebabkan karena cadangan air yang berada di dalam tanah semaki berkurang, sehingga air yang berada di sungai dan menjadi lebih sedikit. Pada saat hujan tuun , air hujan tidak langsung jatuh ke tanah karena tertahan oeh daun-daun yang ada di pohon. Hal ini menyebabkan jatuhnya air tidak sekuat hujan. Air dari daun akan menetes kedalam tanah dan mengalir melalui permukaan batang. Jatunya air menyebabkan tanah tidak terkikis. Air hujan yang eresap kedalam tanah selain dapat menyuburkan tanah juga di simpan menjadi air yang jernih dan kaya akan mineral. Air yang muncul di permukaan ini kemudian akan mengalir ke sungai dan danau. Hutan gundul karena penebangan liar menyebabkan air hujan langsung jatuh ketanah. Hal ini menyebabkan air tidak dapat di serap dengn baik oleh tanah karena langsung mengalir ke sungsi dan danau. Selain itu, apabila terjadi hujan  secara terus menerus dapat mengakibatkan longsor dan banjir.

Kegiatan manusia  lainnya  yang juga dapat mengakibatkan tergangunya daur air, di antaranya.
1. Membiarkan lahan kosong tidak ditanami dengan tumbuhan
2. Mengunakan air tidak secara berlebihan untuk kegiatan sehari-hari dan,
3. Mengubah daerah resapan air menjadi bangunan-bangunan lain.